Kepala Dinkes Bulungan dr Hj Aryani Arsyad mengatakan, capaian di hari pertama tepatnya pada Sabtu (1/10) lalu merupakan hasil yang cukup signifikan. Dengan melihat progres itu dirinya menyakini target yang ditetapkan bisa tercapai dan pencegahan bisa dilakukan secara keseluruhan di Bulungan.
“Ini baru di hari pertama. Saya yakin selanjutnya cepat peningkatan progres pemberian obat pencegahan itu. Data ini juga baru dari 6 Puskesmas dari 12 Puskesmas yang ada di Bulungan yang sebelumnya juga sudah disalurkan obat-obatannya,” ujar Hj Aryani.
Belkaga merupakan kegiatan yang diisi dengan pemberian obat secara massal untuk pencegahan penyakit Kaki Gajah atau Filariasis atau Elephantiasis. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Jika tidak, filariasais akan berdampak pada kesehatan seseorang. Sebab penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tak mendapatkan pengobatan, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin. Baik pada perempuan maupun laki-laki.
“Kegiatan itu berlanjut tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga untuk para pelajar di sekolah, pihak keamanan seperti Polres Bulungan maupun TNI. Termasuk ke instansi-instansi pemerintah, yakni seluruh SKPD. Nantinya pemberian obat juga berbeda-beda sesuai kriteria umur. Mulai 2-5 tahun, kemudian 5-14 tahun dan 14-70 tahun,” jelasnya.
Dikatakannya, pada Senin (hari ini Red) kembali digelar pemberian obat masal untuk seluruh ASN Bulungan. Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bulungan usai upacara apel Senin. Untuk diketahui, mengkonsumsi obat tersebut nyatanya juga ada efeknya. Apalagi jika di dalam tubuh seseorang terdeteksi virus atau cacingnya.
“Jangan kaget pasca meminum obat itu ada efeknya jika terdeteksi visri. Karena sempat ada anak-anak yang usai meminum obat ini malah mual, pusing, sakit kepala, demam. Bahkan muntah sehingga badannya lemes. Itu tidak masalah, karena memang obatnya menghentikan perkembangan visrus di dalam tubuh. Usai minum, anak bisa tertidur pulas sampai berjam-jam,” ungkapnya.
Dirinya tidak memungkiri, dimungkinkannya terdeteksi banyak penderita nantinya. Karena sejauh ini efek yang ditimbukan juga ditemui. Untuk itu dirinya meminta para petugas kesehatan usai memberikan obat, selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara masif. Bahkan jika perlu pemeriksaan darah untuk memastikan visrus didalam tubuhnya.
“Sementara kami belum bisa mempresentasikan berapa besar kemungkinan terdeteksi virus itu. Meskipun kita tahu di Bulungan endemis kaki gajah. Namun saya yakin, kita bisa mencapai target yang sudah diharapkan hingga sebulan kedepan,” pungkasnya.
http://www.korankaltara.co

0 komentar:
Posting Komentar